EKONOMI
Budi Santosa : Thursday, December 22, 2011, 04:25 / Dibaca : 644 ( koekoeh )
Kita jadikan Malaysia sebagai Rival Utama
Kita biarkan modal asing merajalela tanpa aturan yang tegas. Produksi Iklan dikuasai asing, bank dikuasai asing, pertambangan dikuasai asing. Dokter asing pun bebas masuk.Apa yang tersisa? Apakah kita tidak mampu mengelolanya? Pertamina sanggup mengelola blok Cepu. Kenapa diberikan kepada Exxon? Blok Natuna konon kita nggak dapat apa-apa? Tambang tembaga dan emas di Timika kita mampu mengelola tetapi mengapa konsesi diberikan sampai 50 tahun ke depan kepada Freeport? Masih banyak antek di negara tercinta ini. Bukan antek Belanda seperti dalam sejarah. Tapi antek kapitalis yang tega menjual bangsanya dengan harga murah. Tambang-tambang emas, minyak dan gas digadaikan dengan harga murah, termasuk policy dalam bidang industri dan keuangan yang tanpa sadar menghambat pembangunan.




Herry Gunawan : Monday, December 19, 2011, 04:26 / Dibaca : 550 ( NTK )
Bencana Pengangguran Muda
Periode 2010 di Prancis, tingkat pengangguran muda mencapai 22,5 persen total angkatan kerja kelompok tersebut. Sementara di Spanyol dan Yunani, yang sedang krisis, pengangguran muda mencapai 41,6 persen dan 32,9 persen. Peningkatan jumlah pengangguran terbuka di kelompok muda ini, untuk kawasan Eropa seperti dicatat OECD, adalah akibat krisis. Mereka tak terserap lapangan kerja.




Aulia : Saturday, December 10, 2011, 10:00 / Dibaca : 491 ( Aulia )
Ada PRT Laki-Laki di Hong Kong
Pertama kali saya melihat pria ini sedang membawa seekor anjing bermain di sebuah "dog playground area",sebuah tempat yang memang sengaja di sediakan untuk taman bermain bagi anjing-anjing saja. Kemudian di lain hari saya melihat pria ini sedang mendorong kereta belanjaan di sebuah swalayan.Di kesempatan lain saya melihat pria ini sedang menemani 2 orang anak kecil di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Kawasan Kowloon.




KOMPAS : Tri Wahono : Monday, December 5, 2011, 06:07 / Dibaca : 910 ( KOMPAS : Tri Wahono )
Menyimak dari Cara Malaysia Mengembangkan Bandara
Soal perencanaan pembangunan infrastruktur seperti bandara, mungkin perlu menyimak dari apa yang dilakukan Malaysia. Negara tetangga ini punya visi lebih jauh dalam membangun bandara. Dengan dukungan bandara sebagai gerbang utama, kunjungan turis asing ke Malaysia mencapai 24,6 juta orang. Indonesia baru kedatangan 7 juta turis.




Mahfudz Tejani : Monday, December 5, 2011, 06:08 / Dibaca : 706 ( Mahfudz Tejani )
Maskapai Penerbangan Indonesia Menunggu Maut di Malaysia
Persaingan tiga penjuru untuk rute Malaysia-Indonesia antara Air Asia, MAS dan Garuda belakangan ini semakin hebat dan begitu ketara. Dengan berbagai promosi yang di tawarkan , ketiga maskapai penerbangan ini begitu sengit bersaing dalam menawarkan harga terendah dan ekstra pelayanan yang berbeda. Ternyata Air Asia sebagai maskapai penerbangan termuda mampu menarik pelanggan lebih banyak berbanding MAS dan Garuda




hb. sapto nugroho : Tuesday, November 22, 2011, 08:48 / Dibaca : 503 ( hb. sapto nugroho )
Biarkan Singa itu Terbang Bebas
Tentunya banyak pro dan kontra terhadap keputusan Lion Air. Mengapa bukan Garuda ? Jawabnya cukup jelas yaitu Garuda Indonesia sebagai salah satu BUMN prosedurnya sangat berbelit-belit dan melibatkan birokrasi yang mungkin akan banyak memakan biaya dan waktu. Yang kontra juga banyak berpendapat tentang kemungkinan ruginya Lion dan tidak bisa mengembalikan pinjaman dengan alasan pinjam dollar tetapi pemasukan rupiah.




Kompas.com : Erlangga Djumena : Thursday, December 1, 2011, 09:47 / Dibaca : 490 ( Kompas.com : Erlangga Djumena )
Sofjan Wanandi: Lupakan Eropa!
Kekuatan ekonomi Eropa makin lemah setelah krisis terus menjalar dan melebar ke negara-negara anggota Uni Eropa. Tidak hanya mata uang Euro saja yang tak stabil, gejolak dalam negeri personel Masyarakat Eropa tersebut juga nyaris tak terkendali




Maria Hardayanto : Wednesday, November 16, 2011, 09:49 / Dibaca : 662 ( Maria Hardayanto )
Orang Indonesia: Idenya Cemerlang Tapi Lemah Implementasi
Pendapat Sri Mulyani tentang keunikan orang Indonesia mungkin membuat banyak orang akan panas telinga. Walau kita harus jujur mengamini kebenaran pendapat tersebut. Salah satu contoh penulis amati di penyelenggaraan. Sayangnya deteksi Sri Mulyani terbukti seusai pembacaan pemenang dan pembagian cendera mata bagi pemenang karena nampaknya tidak ada kelanjutan dari ide cerdas ini. Ada banyak faktor yang dapat dijadikan alasan, baik alasan teknis dan non teknis.




hb. sapto nugroho : Tuesday, November 15, 2011, 08:33 / Dibaca : 652 ( hb. sapto nugroho )
Freeport yang Tidak Free Lagi
Dalam UUD45 dinyatakan bahwa kekayaan alam adalah milik negara, akan tetapi pada tahun 1967 pemerintah Indonesia saat itu menjual hak atau lisensi penambangan sebesar 10km2 ke perusahaan Amerika yang bernama Freeport-McMoran ini. Perusahaan ini berhak mengelola selama 30 th di daerah yang disebut Ertsberg sejak tahun 1981. Menurut perhitungan harusnya selesai tahun 2011, TAHUN INI ! Akan tetapi ternyata diperpanjang kontraknya dua kali 10 tahun . Dalam situs PT Freeport Indonesia tertulis : (http://www.ptfi.com/about/history.asp)




hb. sapto nugroho : Monday, November 14, 2011, 00:03 / Dibaca : 479 ( hb. sapto nugroho )
Banjir di Thailand "Sampai" ke Jepang
Salah satu pabrik otomotif terbenam air banjir sampai langit2 di lantai pertama. Beberapa pengawai berusaha memindahkan peralatan akan tetapi dibatalkan karena tidak ada tempat lagi untuk bisa menjalankan, dan "sepertinya tidak ada jalan untuk pemulihaan", begitu cerita salah satu orang di pabrik.




 
::::| | SITEMAP   LOGIN ||::::